Selasa, 09 Juni 2015

Rokat Tase'





Rokat Tase’ juga disebut Petik Laut, atau Larung Sesaji bagi masyarakat Jawa, merupakan peristiwa ritual yang dilakukan para nelayan sebagai bentuk rasa syukur kepada Yang Maha Kuasa yang telah memberi limpahan hasil ikan tangkapan di laut.
Demikian pula yang dilakukan masyarakat nelayan di Desa Tanjung Kecamatan Saronggi Kabupaten Sumenep, berlangsung hitmad pada 12 Januari 2012. Upacara ritual Rokat tase’ yang sebelumnya diawali parade kesenian tradisi masyarakat setempat, dimulai arakan sesaji yang akan dilarung ke laut serta pertunjukan ludruk (ketoprak) dengan mengambil cerita sekitar sejarah terjadinya rokat tase’.
Peristiwa rokat tase’, ujar Muhammad, salah seorang tokoh dan pelaksana acara upacara rokat tase’ yang ditemui Lontar Madura dikediamannya, bahwa rokat tase’ terlah berlangsung dari generasi ke generasi.
Para penduhulu mereka, konon menurut Muhammad, salah seorang pelaku rokat tase’, pada jaman dulu, katanya, ada seorang  kesohor dengan pembatunya ketika menjala ikan di laut (setelah sekian lama tidak mendapatkan hasil tangkapan ikan) tiba-tiba  mendapatkan ikan besar. Namun, ketika ikan itu diraihnya ikan tersebut berbicara dan meminta agar dilepaskan kembali, dan ikan itu berjanji akan menggantikan tangkapan ikan yang lebih banyak.
Atas permintaan ikan tersebut, sang tokoh tentu melepaskannya. Anehnya, sambung Muhammad, “pada tangkan ikat selanjut, dia benar-benar menghasilkan tangkapan ikan yang melimbah”.
Pada saat setelah itulah, secara rutin, setiap tahun, yang biasanya dilakukan bulan pertama, dia dan masyarakat nelayan setempat melakukan rokat, yaitu selamatan memberi sekedah ke laut. Dan selama melakukan rokatan itukan, kehidupan nelayan setempat menjadi makmur. Meski demikian, katanya,  mitos yang dibangun dari cerita tersebut dilakukan sebegai bentuk tradisi  memungkinkan masyatakat nelayan menjadi lebih bergairah ketika sedang melaut.
Mengingat masyarakat Desa Tanjung menganut Islam yang taat, dalam prosesi rokat tase’, mereka melibat para ulama dan kiyai untuk menyambung doa. Maka menjelang pelepasan (larung) sesaji ke laut  dilakukan doa bersama yang diawali dengan sholawatan dan tahlilan dengan harapan doa-doa tersebut mengantar para nelayan mendapat hasil yang melimpah.

PASAREAN BATU AMPAR

Seperti hal nya di daerah lain, Madura pula mempunyai tempat wisata religi sekaligus memiliki nilai sejarahnya tersendiri yang sangat melekat erat dengan kehidupan masyarakat setempat. Pasarean Batu Ampar ini salah satunya, merupakan komplek makam para ulama yang di keramatkan dan disegani oleh masyarakat setempat. Dimana setiap harinya tempat ini tak pernah sepi dari para peziara.
Lokasi Dan Transportasi
Lokasi makam keramat Pasarean Batu Ampar ini berada di Desa Pangbatok, Kecamatan Proppo, Kabupaten Pamekasan, Madura. Lebih tepatnya berada sekitar 15 Kilometer dari Pusat Kota Pamekasan atau sekitar satu jam perjalanan darat dengan kendaraan dari Kota Sampang.
Untuk menuju kesana tidak banyak angkutan umum yang bisa anda cari. Apalagi jika menjelang malam, dapat dipastikan tidak ada lagi angkutan umum yang beroperasi. Namun anda tidak perlu khawatir karena anda dapat memilih ojek sebagai angkutan alternatifnya.
Ongkosnya bermacam-macam, tidak ada harga khusus yang ditetapkan, untuk itu anda harus lebih pintar untuk menawarnya. Jika anda ingin lebih nyaman atau kebetulan datang berombongan maka sebaiknya anda menyewa mobil saja dari Kota.
Disana banyak tersedia jasa penyewaan mobil yang bisa anda gunakan. Jenis mobil yang disewakan seperti APV, Xenia, Avanza dan Innova. Tarif yang di pasang pun bermacam-macam, tergantung dari jenis mobil yang akan di sewa. Biasanya berkisar antara Rp 500.000*) – Rp 600.000*) per harinya dengan waktu pemakaian selama 12 jam. Dengan harga sewa tersebut anda tidak perlu lagi bingung karena rata-rata pihak penyedia jasa sudah menyertakan dengan sopir dan bahan bakarnya pula.
Wisata Dan Sejarah Singkat
Batu Ampar berasal dari Bahasa Madura yang berarti Bato (batu) dan Ampar (berserakan secara teratur), maksudnya batuan yang terhampar secara rapi dan teratur. Pasarean Batu Ampar merupakan tempat makam KH. Abdullah yang merupakan putra dari KH. Abdul Kidam dan Nyai Asri. Beliau pula memiliki nama lain yang lebih dikenal dengan nama Bindara Bungso.
Menurut cerita saat itu pada waktu KH. Abdullah beranjak dewasa, beliau di asuh oleh pamannya yang bernama KH. Abdul Rachman dan di pesantren kakeknya yang bernama KH. Khotib Sendang beliau belajar ilmu agama. Saat itu KH. Abdullah diajak sang Paman berangkat menuju Alas Raba Pamekasan untuk mengajarkan agama Islam atas dasar nasihat dari gurunya.
Pada saat mereka berangkat, Pamekasan pun mendapat musibah paceklik yang berkepanjangan. Sampai pada suatu malam Raja Pamekasan sendiri mendapat mimpi tentang keberadaan KH. Abdullah dan pamannya di Alas Raba Pamekasan dan karena mimpinya itu, keesokan harinya sang Raja pun bergegas menuju Alas Raba untuk mencari mereka berdua.
Setibanya disana sang Raja akhirnya terkejut saat bertemu dengan mereka, ternyata mimpinya saat itu benar. Atas dasar itulah akhirnya Raja memberi titah kepada patihnya untuk mendirikan sebuah rumah dan langgar yang nantinya akan di urus oleh KH. Abdullah dan Pamannya.
Setelah bangunan yang di perintahkan itu selesai dibuat, saat itulah hujan pun kembali turun yang akhirnya membuat bumi Pamekasan kembali subur dan terbebas dari masa paceklik. Semenjak itulah akhirnya banyak masyarakat Pamekasan yang datang kepada mereka untuk belajar agama.
Sampai sekarang ini masyarakat yang berkunjung pun semakin banyak, tidak hanya dari daerah sekitar bahkan dari luar daerah pun banyak yang berdatangan ke tempat ini. Terutama saat menjelang Bulan Ramadhan dan Maulid Nabi dapat dipastikan jumlah peziarah yang datang akan semakin meningkat.
Menurut cerita sesepuh setempat, jika peziarah yang datang bersama dengan niat yang baik maka mereka akan mendapatkan ketenangan batin yang akan membuatnya betah berlama-lama di tempat itu, apalagi didukung dengan suasana tempatnya yang asri dan tenang.
Selama dalam perjalanan menuju ke tempat ini anda akan melewati jalanan aspal yang terbilang cukup bagus dengan lebar jalan sekitar tiga meter. Di tepi-tepi jalan nantinya anda pun akan sering menjumpai para pedagang yang menjual berbagai macam souvenir untuk oleh-oleh, seperti misalnya batik tulis khas Madura dan Rengginang lorjuk.
Setibanya di tempat ini anda akan melihat beberapa fasilitas umum yang sudah dibangun dan cukup memadai, seperti mushollah, penginapan dan tempat parkir. Dijamin akan semakin membuat nyaman bagi peziarah yang datang.
Tips
1. Gunakanlah pakaian yang sopan saat berkunjung kesini seperti memakai celana panjang berwarna hitam dan baju berwarna putih.
2. Bawalah perlengkapan pribadi anda secukupnya saja, jangan sampai malah merepotkan dalam perjalanan. Agar lebih hemat, tidak ada salahnya untuk membawa bekal makanan dan minuman sendiri sebelum berangkat.
3. Sebaiknya berangkatlah kesini pada pagi hari agar waktu anda dapat lebih panjang, lagipula pemandangan selama perjalanan pun cukup indah untuk di nikmati.
4. Jagalah selalu kesopanan saat berada di tempat ini, buanglah sampah pada tempatnya, hormati kearifan lokal yang berlaku dan bertanyalah kepada masyarakat setempat jika anda membutuhkan informasi.
5. Sempatkan diri anda untuk membeli souvenir nantinya sebagai oleh-oleh saat pulang ke rumah.
Berwisata religi merupakan liburan yang akan membuat anda lebih dekat dengan sang Pencipta. Banyak pelajaran positif yang bisa anda ambil nantinya setelah berkunjung kesana. Ajaklah serta teman dan keluarga anda saat mengunjunginya agar liburan dapat lebih menyenangkan. Selamat berwisata!
WISATA API ABADI

Setiap harinya, ada saja pengunjung asli orang Madura yang ingin bakar-bakar di api alam ini. Wisatawan api abadi di Pamekasan Madura dapat membawa sendiri ikan, jagung, atau apapun yang ingin di bakar. Bisa juga buat bakar foto mantan. Hehe. Ada juga penjual yang menjual jagung untuk dibakar oleh pengunjung. Sedangkan wisatawan yang dari luar Madura biasanya berkunjung ke api alam ini sekadar ingin tahu dan mengobati rasa penasaran.



Selain sebagai tempat wisata, masyarakat yang berjualan di sana tidak perlu membeli gas untuk memasak. Tak sedikit para penjual yang memanfaatkannya untuk memasak.

Sayang seribu sayang, Pemkab kurang perhatian. Jalan masuk sedikit rusak, tidak ada tempat berteduh dan intinya harap bersabar kalau mau berkunjung ke sana. Tetapi itu semua tidak mengurangi keeksotisan dan keajaiban Api Alam. Kalau Anda ke sana pertama kali, pasti kesan ‘ajaib’ akan muncul di benak Anda.


Benar-benar api alam loh. Tidak ada tungku, tidak ada gas, apalagi minyak tanah yang semakin mahal. Kalau apinya mati selepas hujan, pengunjung hanya tingggal mencongkel tanah di dalam pagar (karena lokasi titik apinya diberi pagar), menyulutnya dengan korek api, lalu muncullah api tanpa bahan bakar.


Masih tidak percaya ? Atau makin penasaran ? Langsung saja datang sendiri ke loksi Wisata Api Abadi Madura Pamekasan. Pintu masuk lokasi berada di akses jalan provinsi kok, jadi cukup mudah untuk wisatawan yang hendak berkunjung.  
PANTAI SAMBILANGAN
Pantai Sambilangan – Selain pulau Madura terkenal dengan produksi garamnya, pulau ini pula terkenal dengan banyak wisata pantainya karena memang pulau ini dikelilingi oleh pantai.
Salah satu pantai yang menarik untuk di kunjungi adalah pantai Sambilangan ini, dimana anda akan menemukan bangunan mercusuar yang sudah berumur sangat tua. Anda dapat naik ke atas bangunan dan menikmati panorama alam yang terbentang luas di hadapan mata.
Lokasi Dan Transportasi
Tidaklah sulit untuk menemukan lokasi pantai ini karena aksesnya sangat jelas dan jaraknya yang tidak begitu jauh dari Kota Bangkalan. Hanya berjarak sekitar tujuh Kilometer dari sebelah Selatan Kota Bangkalan atau lebih tepatnya berada di desa Sambilangan, Kecamatan Bangkalan, Madura.
Jika anda sebelumnya masih berada di Kota Surabaya, maka setelah menyeberangi jembatan Suramadu, anda dapat berbelok ke kiri menuju ke desa Labang lalu menuju Kecamatan Kamal dimana merupakan tempat dermaga kapal ferry, jika anda meneruskan perjalanan maka anda pun akan tiba di desa Sambilangan.
Jika anda berada di Kota Bangkalan hanya memakan waktu tempuh sekitar 45 menit dengan menggunakan kendaraan roda empat. Jalan yang akan anda lalui akan melewati jalan aspal yang cukup bagus, jadi cukup aman untuk di lalui kendaraan baik mobil maupun motor.
Banyak tersedia jasa penyewaan mobil baik di Kota Surabaya maupun di Kota Bangkalan itu sendiri. Harga sewa rata-rata sekitar Rp 500.000*) – Rp 600.000*) dengan waktu pemakaian 12 jam per harinya. Harga tersebut tergantung dari jenis mobil yang akan anda sewa, biasanya mobil yang disewakan seperti APV, Xenia, Avanza dan Innova. Sudah termasuk pula dengan sopir dan bahan bakarnya.
Wisata
Pantai Sambilangan terbilang merupakan pantai yang masih terpencil dan sangat alami. Walaupun begitu saat anda tiba di pantai ini anda tetap akan dikenakan tiket masuk kendaraan. Untuk kendaraan mobil akan dikenakan tarif sebesar Rp 3.000*) sedangkan motor sebesar Rp 2.000*).
Kawasan pantai ini akan ramai dikunjungi wisatawan saat menjelang hari libur dimana pengunjung yang datang kesini rata-rata adalah masyarakat lokal setempat untuk berlibur baik bersama keluarga maupun dengan kekasih. Saat sudah masuk ke area pantai, anda akan melihat hamparan hutan bakau dan persawahan yang menghijau mengelilingi pantai.
Perairan Selat Madura dan perbukitan kapur pun turut menghiasi pemandangan di tempat ini. Tidak hanya itu, menjelang sore anda pun akan dapat menikmati panorama matahari tenggelam yang terlihat sangat jelas dari bibir pantai.
Sungguh pemandangan yang menyegarkan dan membuat betah bagi anda yang menyukai suasana tenang dan damai.
Terdapat pula tempat yang menarik untuk dikunjungi saat berada di pantai ini, yaitu sebuah bangunan tua mercusuar yang fungsi awalnya tetap digunakan sebagai sarana pelayaran.
Dapat dikatakan bangunan ini merupakan icon dari pantai Sambilangan itu sendiri. Bangunan mercusuar ini merupakan peninggalan dari zaman pemerintahan Kolonial Belanda pada tahun 1879 yang diresmikan sendiri oleh ZW. Willem III.
Sekarang ini bangunan yang memiliki 17 lantai dengan ketinggian sekitar 90 Meter ini dijaga oleh petugas dan akan dibuka untuk umum pada pukul 08.00-15.00 WIB dengan membayar tiket masuk sebesar Rp 3.000*) per orangnya. Banyak pengunjung yang tertarik untuk naik ke atas bangunan ini, mulai dari pagi sampai sore hari dijamin anda akan melihat banyak antrian.
Setelah anda membeli tiket masuk, anda dapat naik menyusuri anak tangga yang melingkar menuju ke setiap lantainya. Pada bagian sisi tengah mercusuar terdapat lubang melingkar yang sepertinya digunakan untuk menaikkan atau menurunkan barang.
Saat anda tiba di bagian tiap lantainya, anda dapat menikmati pemandangan sekitar dari balik kaca yang sudah tua bahkan sebagian sudah ada yang pecah. Semakin anda naik ke bagian atas lantai maka semakin terbuka pula pemandangan yang bisa anda lihat.
Apalagi jika anda sudah berada di lantai paling atas, dijamin anda akan terpukau dengan pemandangan yang tersaji. Dari sini anda dapat melihat secara luas hamparan hutan bakau dan persawahan yang berada di sekitar pantai, lebih memandang jauh anda akan melihat hamparan lautan lepas, aktivitas perahu nelayan dan kapal-kapal besar yang berlayar di sekitar perairan selat Madura.
Pemandangan akan semakin indah saat menjelang sore, dari atas sini anda dapat menikmati panorama terbenamnya matahari dengan hiasan air laut yang mulai berwarna merah kekuningan. Selain itu pula lampu-lampu kapal dan perahu nelayan yang mulai menyala akan menambah cantiknya pemandangan dari atas mercusuar ini.
Tips
1. Datanglah kesini pada pagi ataupun sore hari dan bawalah sunblock, topi atau payung jika tidak mau kulit anda terbakar ataupun menghitam karena Madura terkenal dengan suhu udaranya yang panas.
2. Persiapkan obat-obatan pribadi anda, hal ini berguna untuk pertolongan pertama disaat anda mengalami hal-hal yang tidak diinginkan. Bawalah pula bekal makanan dan minuman sendiri karena pantai ini masih minim sekali dengan pedagang makanan, selain itu pula untuk menghemat pengeluaran anda.
3. Berhati-hatilah saat sedang menaiki ataupun menuruni tangga mercusuar, selalu dengarkan instruksi yang diberikan oleh penjaga setempat. Begitu pula saat anda berada di atas bangunan, waspadalah dengan angin yang terkadang bertiup sangat kencang.
Jika anda sedang mempersiapkan liburan ke Madura maka pastikan anda mengunjungi Kota Bangkalan dan menuju Pantai Sambilangan ini. Menikmati sunset saat berada di atas mercusuarnya dijamin akan membuat anda terpukau dengan segala keindahan yang diberikan.
PANTAI SIRING KEMUNING
Sebagai negara maritim kepulauan dengan garis pantai membentang sepanjang95.181 km, sangat wajar kalau Indonesia memiliki banyak sekali pantai yang indah. Beberapa di antaranya sudah sangat terkenal hingga ke dunia internasional, sebut saja Pantai Kuta dan Pantai Sanur di Bali. Namun tidak sedikit pula yang masih tersembunyi sehingga keindahannya tidak banyak disaksikan mata manusia. Salah satunya Pantai Siring Kemuning di Bangkalan, Madura. Pantai Siring Kemuning terletak di desa Mecajah di Kecamatan Tanjung Bumi, berjarak sekitar 41 km ke arah utara Kota Bangkalan. Jika memulai perjalanan dari Kota Bangkalan, butuh waktu sekitar sejam dengan menggunakan sepeda motor untuk sampai di pantai ini. Sebaiknya gunakan kendaraan kendaraan pribadi karena belum ada angkutan umum yang mencapai daerah Pantai Siring Kemuning.
Di hari libur terutama di tahun baru, Pantai Siring Kemuning cukup ramai dikunjungi masyarakat dari luar Bangkalan. Kalau dilihat dari nomor polisi kendaraan roda dua atau roda empat yang parkir, sepertinya pengunjung di hari pertama 1 Januarai tahun baru 2012 kebanyakan berasal dari Surabaya. Kemungkinan besar mereka adalah para pengunjung Kota Bangkalan yang hendak menikmati kelezatan Bebek Sinjay Sambal Pecit yang sudah terkenal itu. Bisa juga mereka merupakan penggila Batik yang hendak berburu Batik Tanjung Bumi yang berlokasi tidak jauh dari Pantai Siring Kemuning.
pantai siring kemuning
Memasuki Pantai Siring Kemuning tidak dikenai biaya karcis tapi pengunjung harus membayar uang parkir dengan tarif Rp. 7000 untuk sepeda motor dan kemungkinan lebih untuk parkir mobil. Suasana di Pantai Siring Kemuning terlihat masih sangat alami, hampir tidak ada sentuhan polesan tangan manusia yang terasa. Sepertinya pesona tersembunyi Pantai Siring Kemuning masih luput dari perhatian pemerintah setempat. Hampir tidak ada fasilitas umum yang tersedia di pantai ini, bahkan kamar mandi dan toilet pun harus menumpang di rumah penduduk sekitar pantai. Di dekat gerbang masuk sebenarnya ada bangunan yang kemungkinan dibangun dengan peruntukan kamar mandi dan toilet, sayang sekali bangunan itu belum selesai sehingga tidak dapat digunakan.
pasir putih siring kemuning
Suasana di tepi Pantai Siring Kemuning cukup asri dan sejuk, di lokasi dekat pintu masuk terdapat pohon-pohon yang cukup rindang, cocok sekali digunakan untuk lesehan sekedar melepas penat selama perjalanan menuju pantai. Tapi jangan lupa dengan syaratnya, tikar atau alas untuk lesehan harus dibawa sendiri karena belum ada yang menyewakannya. Di tahun baru kemarin, pasir putih Siring Kemuning dihiasi oleh ombak sedang dan air yang cukup keruh. Kemungkinan karena malam sebelumnya hingga pagi, Bangkalan dan sekitarnya diguyur hujan cukup deras. Selain pasir putih, pantai Siring Kemuning di beberapa tempat juga dihiasi batu karang. Kalau membawa anak kecil, sebaiknya berhati-hati untuk melepaskan mereka di zona berbatu karang.
batu karang siring kemuning
Bagi pengunjung yang hendak bermain air dan ombak di pantai pasir putih Siring Kemuning juga diharapkan untuk berhati-hati karena menurut penduduk setempat ombak di pantai ini bertipe menyeret bukan mendorong. Ombaknya memang tidak terlalu besar tapi tidak ada salahnya juga untuk selalu berhati-hati terutama anak-anak dan pengunjung yang tidak mahir berenang.pengunjung siring kemuning
Ketiadaan rumah makan bisa jadi salah satu kekurangan lain pantai ini. Setelah lelah bermain dengan air dan ombak di atas pasir tentu saja pengunjung ingin mengisi perut yang kelaparan. Sayang sekali tidak banyak pilihan di Pantai Siring Kemuning, hanya ada dua warung penjaja rujak lontong khas Bangkalan. Jadi ada baiknya juga menyiapkan bekal jika hendak menghabiskan waktu hingga makan siang di pantai ini. Apalagi jarak yang harus ditempuh untuk sampai di Kota Bangkalan lumayan jauh.
pedagang di pantai siring kemuning
Di balik kelebihan dan kekurangannya, Pantai Siring Kemuning adalah obyek wisata di Kota Bangkalan yang patut dikunjungi. Semoga saja pemerintah setempat dapat memberikan sedikit perhatian untuk aset-aset wisata seperti ini supaya pesona-pesona tersembunyi keindahan negeri ini dapat dinikmati khalayak ramai.
MAKANAN KHAS MADURA

1. Topak Ladhe Bangkalan

5 Makanan Khas Bangkalan Yang Terkenal
Makanan ini biasanya disajikan saat hari besar seperti hari raya ketupat, makanan ini kuahnya dari bumbu kelapa parut dan rempah-rempah yang digiling dan lauknya dari daging sapi dengan potongan telor ayam. disajikan dengan ketupat, ditambah sayur markisa atau kacang panjang yang drebus. dengan sedikit bawang goreng dan cabai.

2. Tajin sobih Bangkalan

5 Makanan Khas Bangkalan Yang Terkenal
Tajin sobih ini merupakan jajanan khas mirip dengan bubur, tapi spesial banget. kita bisa menikmani beraneka ragam jenis bubur, ada yang merah-merah, ada yang coklat-coklat, dan ada yang putih-putih. jajanan ini dinamakan Tajin Sobih karena yang jualan kebanyakan berasal dari Desa Sobih, di dekat Bangkalan.

3. Nasi Serpang Bangkalan

5 Makanan Khas Bangkalan Yang Terkenal
Nasi serpang di masak dengan bumbu rempah-rempah khas madura. Nasi Serpang ini adalah masakan paduan dari bahan paduan bahan dari daratan juga lautan. Dari ikan laut sampai dengan daging hewan daratan. racikan smuan itu di antranya Nasi, Pepes ikan tongkol, Kerang dimasak sambal goreng, Soun bumbu kecap, Telor asin masir, Sambal terasi, Krupuk rambak bumbu rujak, Dendeng daging sapi Madura, Kripik paru dan Rempeyek ikan teri dan kacang,

4. Sate Madura

5 Makanan Khas Bangkalan Yang Terkenal
Sate ini biasanya terbuat dari ayam atau kambing. Bumbunya adalah campuran kacang yang ditumbuk halus petis dan sedikit bawang merah. Sate Bumbu sendiri, sepintas tidak jauh berbeda dengan sate-sate lain yang biasanya ada di daerah lain. Namun setiap daerah pasti punya khasnya masing-masing, Sate ayam dan yang lain langsung dipanggang atau hanya dibumbuin kecap untuk sate bumbu, sebelum dibakar daging sapi yang sudah ditusuk, dilumuri atau diolesi oleh bumbu yang terbuat dari rempah dan palawija khusus.

5. Kaldu Kokot

5 Makanan Khas Bangkalan Yang Terkenal
Makanan khas ini merupakan makanan sejenis sop dengan bahan utama kacang hijau yang di masak dengan direbus di tambahkan berbagai macam bumbu rempah-rempah khas jawa seperti bawang merah, bawang putih, jahe, pala, dan daun bawang. Makanan ini kuahnya agak kental dengan tambahan potongan kikil kaki sapi, yang suka tulang juga ada yang menyajikannya dengan tulang kaki sapi, kemudian ditambah dengan bumbu dari ulegan kacang dan petis.
CUP CAKE
“Tiittt… tiiittt… tiiittt….” Suara jam weker membangunkanku.
Ku raih dan ku matikan, ku lihat sebuah Cup cake dengan krim strawberry favoritku terletak tepat di sebelahnya. Sepucuk surat bersandar di bungkusnya. Ku buka dan ku baca.
Good morning Princess Cup cake
Aku tersenyum melihatnya dan aku tau siapa pengirimnya.
“Ma… Tadi Denis kemari yah?” Teriakku.
“Ya tadi pagi-pagi sekali dia datang dan menitipkan Cup cake favorit mu.” Jawab suara dari luar ruangan kamarku.
Siang ini aku berjanji akan jalan dengannya, ini hari jadi kami yang ke 2 tahun 4 bulan tepatnya. Ku angkat tubuh pemalas ini dan ku bawa untuk membersihkan diri.
Setelah selesai, masih dengan menggunakan handuk dan rambut panjangku yang masih basah. Ku ambil dan ku nikmati Cup cake pertamaku hari ini.
“hemmm enak sekali…!!” ucapku girang.
Jam menunjukkan pukul 11.. Suara klakson sepeda motor terdengar dari depan gerbang rumahku.
“Ma… aku pergi dulu yah…” teriakku.
“Hati-hati…” jawabnya parau.
Denis mengajakku berjalan-jalan ke beberapa tempat, namun seperti biasa tanpa perlu ku katakan dia membawaku ke sebuah toko kue berlambangkan Cup cake. Tempat yang paling ku suka.
“Den, aku mau yang ini..” pinta ku menunjuk ke sebuah cup cake rasa coklat krim strawberry.
Lelaki itu tersenyum melihatku, dia begitu senang memandangiku setiap kali aku bersamanya ke toko kue langgananku ini. Sejak aku kecil ayahku sering sekali mengajakku ke tempat ini, selain kuenya yang begitu enak tempat ini memiliki suasana yang begitu nyaman dan indah dipandang. Tempat yang klasik namun begitu elegan.
Namun yang membuatku suka tempat ini adalah cup cakenya yang terkenal begitu manis dan menggoda. Terbukti tentunya, begitu banyak pelanggan yang datang kemari hanya demi mencicipi cup cake yang begitu terkenal di daerah ini.
Dengan senyuman yang menawan, lelaki itu mengambil kue pesananku dan menyuruh ku menunggu sebentar. Dia selalu setia menemaniku ke tempat ini, seminggu mungkin bisa berkali-kali.
Denis, dia kekasihku. Tak ku sangka sudah 2 tahun 4 bulan sejak kami pertama kali bergandengan tangan. Masih ingat aku hari dimana dia mengungkapkan cintanya padaku, dengan 8 buah cup cake yang bertuliskan I LOVE YOU.
Sungguh romantis dan begitu manis, andai bisa ku simpan semua cup cake itu pasti sudah menjadi pajangan utama di kamarku.
Handphone ku berbunyi, ada yang menelpon ku. Ku rogoh tas gandeng ku dan ku ambil segera berharap ada yang penting sehingga mengganggu waktu ku bersama kekasihku.
Aku terpaku saat ku menatap nama yang tertera disana. “Arifah” nama itu yang muncul di layar handphone ku, tragedi itu mulai nampak kembali, kupikir setelah sekian lama kami tak pernah bertemu, semuanya akan berlalu dengan mudah. Namun sepertinya akan kembali sulit bagiku melupakan persahabatan kami di masa lalu. Aku masih saja terdiam hingga handphoneku berbunyi untuk kedua kalinya. Saat itu pikiranku melayang jauh, menyusuri waktu itu.
Hari itu, hujan rintik-rintik membasahi segalanya di sekitarku, aku berlari untuk menemui Denis dan Arifah yang telah lama menunggu ku di toko kue langgananku ini, karena takut mereka terlalu lama menunggu. Ku susuri jalan menuju tampat itu. Tapi, kakiku terlalu berat melangkah lagi hingga tak pernah sekalipun aku sampai kesana.
Aku melihatnya. Ku lihat segalanya terlalu indah untuk mengganggu kebersamaan di antara mereka. Sejak saat itu ku sadari semua, tatapan yang tak pernah bisa aku temukan saat aku menatap Arifah sebelumnya.
Saat itu aku dan Denis hanya teman biasa, begitu juga dengan Arifah. Namun aku tak tau bahwa Arifah memiliki rasa yang sama dengan ku. Sejak awal aku sudah menduga, pertemanan dua orang perempuan dan seorang lelaki akan membuahkan cinta segitiga. Dimana, bila dua hati bersatu, akan ada satu hati yang terluka.
Sejak dia tau Denis lebih memilihku, Arifah tak mau lagi menemuiku, dia mengatakan aku ini sahabat yang keterlaluan. Teman makan teman, begitu lebih tepatnya. Aku pun terjebak dalam dilema yang biasanya ku baca dalam cerita-cerita. Tak ku sangka aku benar-benar akan mengalaminya.
Arifah atau Denis? Cinta atau sahabat? Karma atau luka? Pilihan-pilihan itu menghantui fikiran ku. Namun Denis lebih dahulu mengutarakan isi hatinya padaku dan saat itu ku pilih pilihan ku. Sejak hari itu, berakhirlah persahabatan kami.
Aku tersentak, setelah ketiga kalinya handphone ku berbunyi dan masih menampilkan nama yang sama. Segera ku reject telponnya dengan wajah yang menunjukkan kebingungan.
“ada apa dia menelpon ku?” tanyaku dalam hati.
Tak ku sangka lebih 2 tahun dia masih menyimpan nomorku. Padahal kami tak pernah berhubungan sejak dilema itu.
“Siti, ayo pergi..” ajak Denis.
“Siti…” panggilnya sekali lagi.
“Eh…eee… iya ayo..” jawabku yang baru tersadar dari lamunanku.
Segera aku menggandeng dan memeluk lengan pangeranku, dia tersenyum melihat tingkah manjaku dan kami pun berjalan keluar menuju pintu.
Sebelum pulang ke rumah, dari tempat ini biasanya kami akan pergi ke taman bunga dimana tempat Denis menembakku. Dia suka mengenang saat-saat itu, saat paling bahagia dalam hidupku.
Di dekat air mancur, Denis mengajakku duduk di kursi panjang berwarna putih. Dia membuka bungkusan coklat dan mengambil sebuah cup cake berwarna pink dari dalamnya. Dengan sangat romantisnya perlahan ia menyuapiku, aku pun tak sungkan langsung melahap dan menikmati makanan favoritku itu dengan sedikit perilaku manja.
Terkenang masa-masa indah bersamanya, setiap suapan mengandung jutaan makna yang diutarakan dalam satu kata “Cinta”. Dengan lembut dan romantisnya ia membersihkan krim cake yang belepotan di bibir ku.
Seketika itu dia menatapku, matanya berkaca. Bibirnya merekahkan sebuah senyuman tulus yang membuatku bahagia.
“Siti aku mencintaimu..” ujarnya
Hatiku terasa lebih manis dari ratusan cup cake yang pernah ku cicipi. Wanita mana yang tidak melayang hatinya diperlakukan seromantis ini? Sungguh tiap gadis ingin lelaki seperti dirinya.
Aku masih terdiam memandanginya yang membersihkan krim di bibirku, sungguh dalam tatapannya. Seakan dia memaksa ku masuk dan merasakan cinta yang ia miliki.
“Aku ingin, setiap hari bisa menyuapimu sebuah cup cake yang kau sukai..” ujarnya lagi.
Tanpa sadar mata ku terasa sempit untuk menatapnya, air mata menghalangi pandangan ku. Haru dan bahagia bersatu di dada, sungguh beruntung aku mendapatkan kekasih sepertinya. Setelah, membersihkan krim di bibirku kini ia menepiskan butiran yang mengalir di pipiku.
“Den, aku ingin kamu selalu ada… mengusap setiap air mata ini..” sahut ku.
“Pasti… Aku pasti melakukan itu..” jawabnya dengan senyuman.
Dia memelukku erat, air mata ku kini membasahi kemejanya yang rapi. Beberapa kali ia menciumi rambut ku, seolah mengatakan “aku sayang padamu”.
Suasana bahagia itu terusik oleh sebuah bunyi handphone dari tas ku. Seketika Denis melepaskan pelukannya dan memintaku menjawab telpon itu. Ku raih tas ku dan ku ambil benda pengganggu itu.
“Arifah” lagi-lagi dia, kenapa dia mengangguku di saat-saat indah seperti ini, selama dua tahun dia tak menghubungiku sekarang dia mengganggu kemesraanku dengan kekasih ku. Lagi-lagi ku reject telpon itu namun kali ini dengan wajah yang cukup kesal.
Denis hanya diam, dengan dua tangannya yang saling menggenggam. Menatap bungkus Cup cake yang tadi dia belikan untukku.
“Dari siapa?” tanyanya tiba-tiba.
“bu.. bukan dari siapa-siapa..” jawabku.
“kalau penting angkat aja dong.” Ujarnya dengan senyum mempesona.
“iya, tapi memang gak penting kok.”
Langit mulai mendung, gemuruh mulai terdengar, angin pun tak mau kalah menunjukkan aksinya. Denis segera menggandeng tanganku dan menarikku pergi, aku sedikit berlari mengejarnya. Mata ku tertuju pada genggaman tangannya yang begitu dingin, seakan aku tak ingin melepasnya untuk selamanya.
Di sepeda motornya ku peluk erat tubuhnya dan ku hirup jelas aroma tubuhnya. Membuatku nyaman dan tenggelam di dalam kenikmatan. Angin mengibarkan rambutku, rintik-rintik hujan mulai jatuh.
Akhirnya kami sampai di depan rumahku, Denis membuka kaca helmnya dan tersenyum manis padaku. Segera aku turun dan berdiri di sampingnya.
Denis memintaku mendekatkan wajahku ke helmnya. Lalu tiba-tiba dia menyentuh keningku dengan kecupan lembut dari bibirnya. Seketika pipiku memerah dan senyumku merekah, wajahku tersipu malu. Dia menatapku, tertawa kecil, lalu….
“Dah, Sampai jumpa… princess cup cake” katanya.
“Daahh…” teriakku girang melambaikan tangan.
Sungguh aku ingin menghabiskan waktu ku lebih lama dengannya, tapi masih ada hari esok.. fikirku. Hari ini entah mengapa terasa begitu istimewa dari pada hari-hari sebelumnya. Kebahagiaan yang tiada tara membuatku tak bisa berhenti tersenyum puas.
Perlahan sosoknya mulai menghilang dari pandanganku, hujan mulai deras dan aku mulai berbalik memalingkan diri dari arah Denis pergi. Ku bawa kaki ku melangkah menuju pintu… tiba-tiba…
“Arifah!!!” ucapku.
Aku masih terheran-heran kenapa dia menelponku berulang kali, padahal selama ini kami tak pernah lagi berkomunikasi. Berdiri di depan pintu, ku cari handphone ku di dalam tas ungu kesayanganku.
Ketemu, 7 panggilan tak terjawab dengan sebuah pesan sudah muncul di layar handphone ku. 6 panggilan dari Arifah dan 1 panggilan dari Ayu adiknya Denis. Ku buka pesan teks itu yang juga dari Arifah.
From: Arifah
Number: 081387******
Kamu dimana? Berulang kali aku hubungi kenapa kamu tak menjawabnya? Bahkan kamu merejectnya. Hari ini jangan pedulikan masalah kita yang telah lalu. Semua sudah berakhir. Tak ada lagi yang harus kita bicarakan.
Kamu dimana? Kenapa kamu gak datang ke rumah sakit? Apa kamu gak tau. Pagi tadi ketika ia pulang dari rumahmu, ia mengalami kecelakaan. Sebuah mobil box menabraknya, kepalanya mengalami pendarahan hebat! dokter bilang dia tak dapat diselamatkan! dimana kamu saat dia membutuhkanmu?
Dia telah meninggal! meninggal!!! dimana kau saat ia membutuhkanmu?
Aku terdiam, air mata ku membanjiri wajahku… kaku, tubuh ini terasa kaku. Serasa ribuan jarum menusuk tubuhku. Bahkan tanganku tak mampu menggenggam Handphone ku lagi.
“BOHONG!!!” teriakku.
“Pasti semua itu bohong, Denis bersama ku hari ini..” teriakku seraya meneteskan air mata.
“Tadi ia menggandeng tanganku, tadi ia mengusap air mataku, tadi ia membersihkan bibirku. Gak mungkin!!! gak mungkin…”
Aku mulai depresi dan berbicara sendiri, gak mungkin Denis pergi!! dia bersama ku hari ini. Tak pernah ku fikirkan semua kebahagiaan yang ku rasakan hari ini adalah ucapan perpisahanku dengannya.
Aku berlari menerjang derasnya hujan, air mataku kini tak tampak ia menyatu bersama tangisan langit kelabu. Berlari seakan tak punya tujuan, berharap bisa melihat wajahnya untuk yang terakhir kalinya.
“Denis, kamu sudah berjanji… untuk selalu menghapuskan air mata di pipiku..”
Kini, Denis tak ada di sampingku untuk menepis air mataku. Hanyalah hujan yang terus menerpa wajah ini dan menutupi luka yang menganga karena kepergiannya.
“Tiittt… tiiittt… tiiittt….” Suara jam weker membangunkanku.
Tersentak aku, dari mimpi gilaku yang membuat jantungku berdegup begitu cepatnya…!!
“Mimpi… tadi itu cuma mimpi..” ucapku.
Nafasku masih tak teratur dan aku mulai takut, “Cup cake!!” sentakku. Ku palingkan wajahku menuju jam weker ku.
Deg.. deg.. deg… deg… Jantungku semakin kacau berdetak. Ada disana.. Cup cake dengan krim strawberry besertakan secarih kertas di sampingnya.
Ku buka dengan rasa penuh ketakutan
Good morning Princess Cup cake
Secepat angin, segera ku bangkit dari kasurku dan melesat menuju pintu depan rumah ku. Tanpa pamit segera aku pergi berlari menggunakan piama ungu berhiaskan puluhan gambar Cup cake kecil dengan buah berry di atasnya.
Kaki ku tak lagi merasa sakit, walau tak mengenakan alas kaki seraya berlari. Fikiranku melayang, air mataku berlinang. “Denis…” ucapku pelan berulang kali.
Isak tangis mengiringiku berlari, berlari menuju rumah Denis yang hanya berjarak 3 block dari rumahku, orang-orang yang melihatku pasti terheran-heran. Melihat seorang gadis menggunakan piama, tak beralas kaki dan menangis berlari terburu-buru mengejar ketakutan terbesarnya.
Tiba ku di depan rumah Denis dan segera ku membunyikan Bell, Sosok lelaki gagah keluar dan terheran-heran melihat ku yang berantakan seperti ini. Segera ku terjang tubuh tegapnya, ku peluk, ku dekap dan air mataku membasahi kaos putihnya.
“Kamu kenapa?” tanyanya heran dan membalas pelukanku.
“Kamu gak boleh pergi… kamu gak boleh pergi..” jawabku dipenuhi isak tangis.
“Siti… aku akan selalu ada… selalu ada untuk mengusap setiap air mata ini..” katanya seraya mencium rambut ku yang masih lusuh.
Seketika aku teringat kata-kata itu, kata-kata yang juga dia ucapkan di dalam mimpiku. Namun kali ini aku tak akan membiarkannya sama, tak akan ku biarkan dia pergi meninggalkanku. Aku ingin selalu dia ada untuk mengusap air mataku.